Teng!!! Jam 12.00 WIB, saatnya aku turn off laptop. Menghentikan kegiatanku menulis dan beralih ke tugas utamaku. Menjemput buah hatiku dari sekolahnya. Waktu 30 menit aku rasa cukup bersiap dan memacu motorku ke sekolah Dita, anakku yang bungsu yang baru duduk di kelas 3 SD. Jarak dari rumah ke sekolah Dita, tidak terlalu jauh, hanya sekitar 3 Km. Macetnya jalanan di Jakarta, memaksaku beralih ke motor dan memilih menantang teriknya matahari siang ini.
Tepat jam 12.30 WIB bel sekolah berbunyi. Aku yang sudah stand by di halaman parkir sekolah melihat Dita berlarian keluar kelas. Seperti biasa senyumnya selalu mengembang setelah melihatku. Tak ada kebahagiaan yang lebih indah bagiku, selain melihat si bungsuku ini tersenyum sambil berlarian ke arahku untuk mencium tanganku.
Sesampainya di rumah, aku segera menyiapkan makan siangnya. Di meja makan, seperti biasa aku menanyakan PR hari ini dan mengajaknya bercerita tentang kegiatannya hari ini.
“Ma..besok aku mau bawa coklat ke sekolah ya.. Aku mau tuker-tukeran kado. Besok kan Valentine’s Day” kata Dita sambil mengunyah makannya. Aku kaget bukan kepalang. Valentine’s Day?? Dari mana buah hatiku ini tau tentang Valentine’s Day? Aku berusaha tenang, dan menyembunyikan rasa kagetku. “Ntar mama ceritain tentang Valentine’s Day ya…tapi sekarang Dita habiskan makannya dulu” kataku sambil berjalan ke kamarku. Aku nyalakan internetku.
Tak lama kemudian, Dita menyusul ke kamarku untuk menagih ceritaku. “Mama mau ceritakan asal mula adanya Valentine’s day” kataku sambil mengajaknya browsing di ‘mbah google’.
Berdua kami browsing dan ada beberapa versi tentang asal mula Valentine’s day. Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan valentin tersebut merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka. Versi lain, menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Orang tuanya si Hercules. Ada juga versi yang menyebutkan bahwa tgl 14 Februari, nggak jelas tahun berapa, ada seorang pendeta katolik bernama St Valentinus yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia di hukum penggal kepala karena menikahkan pasangan yang calon mempelai prianya menolak dikirim ke medan perang. Hingga akhirnya, Valentinus dipenjara sambil menunggu hukuman penggalnya. Inilah yang menjadi dasar ora
Dari semua asal usul atau sejarah tentang Valentine day ternyata hari valentine memiliki latar belakang yang tidak jelas sama sekali, baik dari ceritanya, waktu terjadinya bahkan TKPnya..hehehe…(kayak OVJ aja)……Alhamdulillah, Dita akhirnya bisa memahaminya. “Besok, Dita boleh bawa coklat untuk berbagi sama teman-teman di sekolah tapi BUKAN untuk merayakan hari valentine” kataku sambil mencium rambutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar