Doa
Seorang Ibu
Tidak terasa
puteri sulungku, Rayhan Safa Nabila, berusia 12 tahun dan duduk di kelas 6 SD.
6 tahun itu pula 3 Sekolah Dasar di 3 kota dilaluinya. Kelas 6 SD ini Safa
bersekolah di sebuah SDSN yang lumayan terkenal di daerah Jakarta Barat.
Sebagai
seorang ibu, tentunya aku ingin memberikan yang terbaik untuk puteriku. Seperti
biasanya aku selalu berusaha mencari informasi baik melalui internet, media
massa atau apapun untuk mengasahku dalam menerpa anak-anakku. Aku ingin mereka
selalu merasa mendapat ilmu baru. Bagiku, anak-anakku adalah selembar kertas
putih yang harus aku tulis dan hias sebaik dan sebagus mungkin sebagai bentuk
pertanggungjawabanku padaNya.
Saat Safa
mulai menginjak kelas 6, hampir setiap hari aku browsing soal-soal untuk UN.
Nggak sia-sia aku merengek pada suami untuk berlangganan internet di rumah.
Selama ini kami memakai modem mobile yang sinyalnya ‘byar-pet’. Dengan
sambungan internet di rumah, sekarang areal rumahku sdh WiFi.
Tgl 7,8,9 Mei
2012. Saatnya Safa mengikuti UN. 3 malam itu, mataku sulit terpejam. Otakku
terasa tegang. Tapi aku berusaha menutupinya di depan ‘permata hatiku’, aku
tidak ingin Safa ikutan tegang. Pagi hari tepat jam 8 pagi, aku sudah masuk
kamar untuk berdoa. Mulai dari Sholat Dhuha hingga 8 rakaat, Sholat Hajat,
Sholat Tasbih aku lakukan sambil terus memohon padaNya agar Safa diberi
kemudahan. Jam 10.00 WIB, aku mengakhiri doaku tepat setelah Safa menelponku
untuk menjemputnya dari sekolah. 3 hari terus itu yang aku lakukan. 3 hari itu
aktifitas rumah tangga lainnya praktis aku tinggal. Beli makanan siap saji
hingga ke laundry menjadi pengganti kegiatan rumah tangga. Sengaja murid les
aku liburkan saat Safa UN. Tugasku hanya berdoa, jemput Safa dari sekolah
setelah itu dilanjutkan menemaninya belajar.
Tanggal 16
Juni, saatnya pengumuman nilai UN. Semalam aku tidak bisa tidur. Deg-degan
menunggu nilai UN Safa keluar. Pagi itu, aku stand by depan laptop, memantau
nilai UN yg di umumkan online tepat jam 08.00. Sambil terus menggumamkan
istighfar setelah sholat dhuha, mataku terus memantau internet. Tepat jam 08.00
WIB, nilai UN keluar di internet. Dan…..Alhamdulillah, Safa mencapai nilai
28,75 atau 9,588. Dengan perincian, nilai Bahasa Indonesia 9,00. Nilai
Matematika 9,75 dan nilai IPA 10.
Tak terasa
airmataku mengalir, aku bangga pada anakku. Aku merasa semua ini kewajiban yang
harus aku jalankan sebagai bentuk pertanggungjawabanku padaNya. Terimakasih ya
Allah…..Kau telah membantuku. Jauh dilubuk hatiku aku berdoa…”ya Allah…berilah
aku selalu kekuatan dan kesehatan agar
aku dapat membesarkan titipanMU sesuai dengan ajaranMu dan rasulMu”
amiin….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar