Kamis, 26 Januari 2012

HATI SEORANG IBU TERDIRI DARI SERPIHAN-SERPIHAN CINTA



Saat itu di rumah, tinggallah kami berdua. Aku dan Dita, si bungsu berusia 8 tahun. Suamiku masih di kantor dan, Safa, anakku yang sulung, belum pulang sekolah. Tiba-tiba Dita datang padaku sambil menyerahkan selembar kertas. “ Ini catatan buat mama” katanya. Aku mengernyitkan dahi ketika membacanya. Tertulis begini,..
HUTANG MAMA PADA DITA:
1.    Untuk mengerjakan PR hari ini                                  Rp. 2000
2.    Untuk belajar dan menyiapkan buku hari ini               Rp. 3000
3.    Untuk membantu mama menyiapkan piring                Rp. 1000
4.    Untuk membantu mama, ke toko depan rumah          Rp. 1000
Total HUTANG MAMA                                                  Rp. 7000

Aku tersenyum. Si kecilku ini memang agak berbada dengan kakaknya yang cenderung kalem. Dita lebih ekspresif. Dia terlahir sebagai anak yang hampir sesuai dengan  “pesananku” pada Allah. Tanpa banyak bicara, aku ambil pulpen, dan aku tulis di belakang kertasnya.

1.    Untuk rasa sakit mama saat melahirkanmu        GRATIS
2.    Untuk kesedihan mama saat kamu sakit            GRATIS
3.    Untuk airmata mama saat melihatmu bersedih    GRATIS
TOTAL: Semua kasih,sayang dan doa mama, GRATIS untukmu…anakku…..

Dita menatapku. Matanya yang bulat berkedip-kedip dengan lucunya, lalu ia memelukku, sambil berucap, “Aku juga sayang mama”…Hatiku terasa sejuk. Jauh di lubuk hatiku berkata,”Sesungguhnya, melihatmu sehat dan tertawa adalah kebahagiaan tak ternilai yang wajib mama syukuri, anakku…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar