Kamis, 14 November 2013

Lihatlah AKU


Ayah, Ibu, tolong jangan risaukan apa yang belum dapat aku lakukan, tapi lihatlah apa yang sudah aku lakukan.

Ayah, Ibu, aku memang belum bisa berhitung, tetapi, lihatlah, aku bisa bernyanyi dan selalu tersenyum ceria.
   
Ayah, Ibu, jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini. Bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini.

Ayah, Ibu, jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah, aku tidak pernah membandingkanmu dengan orangtua lain. Aku hanya satu.

Ayah, Ibu, jangan bentak-bentak aku, lihatlah, aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak.

Ayah, Ibu, jangan ancam-ancam aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain. Lihatlah, aku sedang belajar memahami keinginanmu.

Ayah, Ibu, jangan lihat nilaiku yang rata-rata, lihatlah, aku mengerjakannya dengan jujur, lihatlah, aku sudah berusaha.

Ayah, Ibu, aku memang kurang mengerti matematika, tetapi lihatlah aku suka berdoa dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu.

Ayah Ibu, aku memang banyak kekurangan, tetapi aku juga banyak kelebihan, bantu aku, agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama.

Ayah, Ibu, bantu aku mengenalmu dengan cara, aku belajar bagaimana engkau mengenalku. Bantu aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku
-------------------------------------

Thanks to TL @Anak Juga Manusia, saat membaca tweet-nya berasa  "ditelanjangi", tertohok langsung di hati, Jlebb!! !musti banyak belajar dan terus belajar.....meski kadang seperti menang kuis "Yess!!! langkahku pas dengan tujuannya",